Minggu, 26 September 2010

gajah saja melindungi anaknya sampai mati

[Image: 96610_seekor-bangkai-gajah-korban-tabrak...00_225.jpg]
Seekor bangkai gajah korban tabrakan kereta api di Bengal Barat, India (AP Photo/Tarun Das)

VIVAnews - Kabar sedih bagi para pencinta gajah. Tujuh ekor hewan mamalia raksasa itu tewas dan seekor lagi luka akibat diterjang kereta api di India, Kamis 23 September 2010. Diduga kawanan gajah itu berusaha melindungi dua anak mereka, yang terjebak di tengah rel kereta saat menyeberang.

Menurut ahli konservasi hutan India, Atanu Raha, peristiwa pilu yang terjadi di daerah Jaipaguri, Bengal Barat, ini karena sekawanan gajah dewasa sengaja menggunakan diri mereka sebagai tameng untuk melindungi anak gajah.

“Para gajah berkumpul di sekeliling dua anak gajah untuk melindungi mereka ketika tertabrak,” ujar Raha seperti dilansir dari kantor berita Associated Press.

Sayangnya, aksi bunuh diri ini tidak membuahkan hasil, dua anak gajah yang berusaha dilindungi juga termasukdalam tujuh gajah yang tewas. Petugas Kehutanan daerah tersebut, Sumita Ghatak, mengatakan bahwa insiden ini adalah merupakan insiden yang memakan jumlah korban gajah paling banyak.

“Ini adalah insiden pertama di negara ini yang menyebabkan banyak gajah mati dalam sekali insiden. Ini sangat mengejutkan,” ujar Ghatak.

Menurut data dari Wildlife Trust india, sejak tahun 1987, kereta di India telah membunuh 118 gajah. Lebih dari 20 gajah terbunuh karena insiden serupa di wilayah Bengal Barat yang dikenal sebagai wilayah perlindungan hewan liar ini.

Daerah jalur kereta di distrik Jaipaguri ini adalah jalur perlintasan gajah yang seringkali memakan korban. Raha mengatakan bahwa kereta yang melewati daerah tersebut haruslah berkecepatan maksimal 24 mil/jam, namun kereta yang menabrak gajah tersebut berkecepatan hingga 43 mil/jam.

“Kami telah melayangkan protes melalui kantor polisi setempat kepada perusahaan kereta api,” ujarnya.

India adalah tempat bagi 25.000 ekor gajah yang jumlahnya kian menyusut setiap tahun. Gajah dianggap sebagai hewan suci di India dan awal bulan ini Kementerian Kehutanan mengumumkan gajah adalah “binatang warisan nasional India”. Dengan pengumuman ini, berarti gajah memiliki perlindungan yang sama dengan harimau India yang terancam punah.

Akibat insiden ini, ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di dekat lokasi kecelakaan. Menteri Lingkungan India, Jairam Ramesh, juga menyatakan kekecewaannya atas insiden ini. Jairam yang saat ini sedang berada di New York untuk mengikuti forum lingkungan internasional mengatakan akan segera menemui Dewan Kereta Api untuk memastikan keselamatan gajah.

“Ini bukanlah yang pertama kalinya insiden serupa terjadi, walaupun skalanya kali ini luar biasa untuk daerah perbatasan di Timur Laut. Tragedi ini sangat memilukan, kementerian kehutanan akan mengambil langkah untuk mendirikan konservasi national untuk melindungi gajah dan membuat jalur penyeberangan khusus gajah,” ujarnya seperti dilansir dari laman berita India Rediff.
vivanews

Ditulis Oleh : Adi Paryanto // 03.33
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Jababeka Komputer 2008. Diberdayakan oleh Blogger.